Saturday, July 6, 2013

Teruntuk yang di seberang

Tahun ini memang berat.
Tapi kita bisa menjalaninya berdua.
Sabar. 
Sedikit lagi ujian ini akan selesai.
Tidak perlu essay atau contekan.
Atau try out dan kisi-kisi soal.
Kita cuma perlu asa untuk mengantar kita.
Aku tunggu kamu di kenaikan kelas nanti.


Di pagi buta

Di detik ketika kamu menyadari bahwa hidup itu berat
Bisa jadi kamu sudah lepas dari masa kanak-kanak

Di detik ketika kamu ikut merasakan kegelisahan orang lain di belahan dunia yang lain
Bisa jadi kamu memiliki hati yang sudah terisi

Penderitaan, kesedihan, dan kemalangan bisa jadi sahabat yang baik untuk tahu bagaimana rasanya hidup sebaliknya. Terutama jika hidupmu penuh keberuntungan dan kamu jarang mensyukuri keberadaannya. 

Itu yang aku rasakan sekarang.

Sunday, May 5, 2013

I'm back!

There must be something wrong with my life. Because no matter how hard I try to be nice to people and do good things, people will not see me from a good side, it will be from the bad side.

No, this is not about you, you, and you. It's about me and how should I behave with people. It has been into my thought for quite long that I rarely get a good treatment from the people that I think I deserve to get it. Since I was still a child, I have been learning that I supposed not to put expectation that people will do a good thing to me. Including my family. They simply wouldn't. Then I grew up to be a person who have less expectation and believe on my own capacity to get what I want and need for myself. It's sad I know.

And this is even getting worse when I decided to work in non-profit industry where I thought that the people will be more caring to each other due to the nature of the work. In fact it's no different than any other industry. At least based on my knowledge up to now.

Well, if you ask me how I stand right now I can't answer it well. I think I start to lose my faith to humanity.

*ditulis saat demam dan batuk karena dua potong bakwan goreng kampret

Saturday, September 1, 2012

Kenapa buat ngurusin organisasi kecil perlu seluruh Indonesia yang turun tangan? Tanya ke #IndonesiaTanpaJIL!

Beberapa minggu ini saya lagi suka merhatiin update lewat twitter akun @TanpaJIL. Awalnya iseng karena suka dapet ritwit orang-orang yang anti dengan JIL (Jaringan Islam Liberal), ternyata pas iseng follow, gerakan ini menurut saya cukup luar biasa. Bermodal komunikasi di twitter bisa sampai bikin gerakan di berbagai kota di Indonesia.

Dari penelusuran saya, gerakan ini muncul sebagai resistensi pemikiran aktivis JIL seperti @ulil dan @gunturromli yang menghadirkan perspektif keislaman yang berbeda dibanding dengan yang mainstream. Rupanya makin banyak yang jengah dengan pemikiran JIL di twitter, dan akhirnya mereka buat akun sendiri. Di twitter followernya sekitar 13ribu, mereka juga punya facebook page dengan 31ribu lebih fans , ditambah youtube dan website!

Gerakan ini pun sudah muncul di berbagai kota di Indonesia seperti Jabodetabek, Samarinda, Pekanbaru, Pontianak, Malang, Jogja, Kendari, Solo, Semarang, Pandeglang, Makasar, Bandung, hingga Palembang! Kegiatannya beragam mulai dari diskusi, aksi sebar flyer di jalan, bahkan ada yang niat naik gunung dan pas sampai di puncak foto dengan logo gerakan ini!

Gerakan ini jelas sangat menarik. Secara personal saya justru heran, masa Cuma menghadapi organisasi kecil seperti JIL saja perlu seluruh indonesia yang ngelawan! JIL adalah organisasi kecil dan juga tidak memiliki staf yang banyak. Salah satu teman saya cerita kalau organisasi donor melihat investasi dalam bentuk pemikiran seperti mendanai organisasi seperti JIL tidaklah terlalu banyak terlihat hasilnya. Hal ini karena resistensi yang besar dari masyarakat dimana organisasi ini berkembang dan juga outputnya yang dianggap kurang strategis.

Jadi ya organisasi donor udah gak terlalu tertarik dengan organisasi seperti ini. Justru ketika organisasi ini sudah tidak menarik, aksi dalam bentuk resistensi ini justru mengangkat pamor organisasi ini kembali dannn pemikiran organisasi yang sebelumnya hanya beredar di segelintir orang mulai dikonsumsi masyarakat luas. Alih-alih melakukan counter pemikiran, gerakan ini justru malah berpotensi menyebarkan pemikiran JIL secara luas. Kalau udah kaya gini, saya ketawa aja deh hehe JIL dapet promosi gratis lagi!

Membangun model gerakan?
Menurut saya, terlepas dari isu yang dibawa, pengorganisasian aksi hingga di beberapa kota ini sangat menarik. Tanpa adanya dukungan dana dan tokoh yang dianggap panutan, gerakan ini terus bergulir. Padahal jika yang membuat program seperti ini adalah pemerintah, lembaga donor, hingga LSM, dana yang dikucurkan untuk membuat program dengan target luas dan di berbagai kota di Indonesia ini dananya bisa mencapai ratusan bahkan hingga milyaran rupiah.

Sampai di titik ini, mungkin gerakan ini bisa jadi refleksi bagi berbagai organisasi sosial dan juga aktivis yang berusaha membangun gerakan yang kuat di akar rumput. Toh tanpa donor mereka bisa terus jalan. Donor juga bisa jadi heran berbagai organisasi yang mereka sudah dukung banyak yang mandek dan gak berkembang, sedangkan yang tanpa donor kaya gini bisa terus bergulir.

Jadi sebenernya kita perlu konsep pembangunan gak sih? :p ada yang bisa bantu jawab keheranan saya?

Monday, February 6, 2012

Reflection on 2011

It’s February and I have not made any reflection toward 2011! Haha! You know, drowned in work load make me really have no idea what to write. No, it should not be. Since my job in 2011 is a lot more interesting than I have done before, there should be more to write, shouldn’t it? well. I think 2011 is a year when a lot of things changed in my life, particularly in terms of what I believe and.... more to travelling! :D

Entering 2011, I decided to start as a fulltimer in an organisation in which I grew up during the college. I learnt a lot and had a lot of chance to expand my perspective. The thing is, I don’t really have any idea about my life goal toward 2011. Yes, I have a plan to take master degree in Media Culture in Maastricht University, but the announcement came too late meanwhile the scholarship scheme had been closed. At that time, I really have no idea what to do next. You know, when you had tried so hard to pursue your dream and suddenly everything you’ve done doesn’t make any different. I have prepared myself for the university, particularly for IELTS test since 2009 and got a lot of things to do. But the thing is: it suddenly dissapear. What can I say?

Then I learnt that there should be any reason for what I have got and there should be any alternative plan toward my life. I don’t mean to preach but a lot of good things happened. First, I got a lot of chance to visit a lot of place during 2011 for free!

Kuala Lumpur, Hanoi, Indramayu, Padang, Jogja, Guangzhou, Shanghai, BUSAN.

Second. It always be on my mind to leave Indonesia and live in other country. You know, the feelings when you finally say: okay I am done with this place. And the chance came at the end of 2011. I’ve been accepted in a regional NGO in Kuala Lumpur for apprentice program, the same kind as Management Trainee in corporate, and ready or not I should pack my bag as soon as possible. And here I am. Living in KL. Alone. Leaving all those things that I love in Jakarta. For good. Perhaps, once you see my current status in Linkedin, you’ll find that I am a kind of ambition person. However, currently I have nothing to pursue. I have started to surrender my dreams and least expecting it. And it happened in my love life. When all the things seems so stuck and doesn’t make any progress, the thing that you least expect will come :D

2012. Living with a little ambition. Trying to learn the skill of doing nothing without feeling guilty.